24 November 2013

Profesional - Hobby


 Dalam beberapa artikel yang pernah saya baca, dapat kita temukan kisah orang-orang sukses yang bisa hidup dengan mengerjakan hal yang mereka sukai dan dijadikan profesi (dalam berbagai bidang) misalnya : fotografer, pegolf, programmer, koki, penyanyi, pelukis, penyiar, dokter dan lain - lain..

Nah saya pernah mencoba menekuni beberapa hal yang menjadi minat saya / sebagai hobby & saya ingin menjadi seorang profesional (menjadikan hobby tersebut sebagai penghidupan). Namun ternyata setelah dijalani terlihat sisi yang berbeda antara melakukan sebuah kegiatan sebagai hobby dengan menekuninya sebagai profesi.

Misalnya kegiatan fotografi, saya memiliki hobby mengabadikan berbagai momen menggunakan kamera.. Saya suka diminta untuk mengabadikan momen (pernikahan, perjalanan, rapat dll) maupun mendokumentasikan kegiatan-kegiatan yang saya lakukan sebagai hobby (melakukannya dengan sukarela karena saya memang menyukai kegiatan memotret). Ketika menjalani sebagai hobby yang saya pikirkan adalah melakukan hal yang saya senangi, berusaha mengambil gambar sebaik mungkin.

Nah, ketika ada kesempatan untuk menjadi fotografer profesional ternyata ada hal - hal yang perlu dipikirkan yang sebelumnya tidak pernah muncul ketika menjalani fotografi sebagai hobi. Misalnya : adanya "beban" harus menghasilkan foto yang memuaskan klien, harus melengkapi peralatan, harus memikirkan desain untuk foto yang akan dicetak, harus memikirkan budget pencetakan, harus memberikan harga yang pantas, harus melengkapi peralatan agar karya yang dihasilkan memuaskan klien dll..

Sekarang saya jadi mengerti kenapa para profesional bisa dibayar mahal / menetapkan tarif yang mahal. Karena mereka melakukan & memikirkan berbagai hal yang sulit untuk memuaskan klien nya :)


Foto :
http://tiptopphotography.files.wordpress.com/2013/02/funny_photographer1.jpg

No comments:

Post a Comment