19 Agustus 2014

Smart Parents Smart Children

Dapat broadcast di sosmed, rasa nya sayang kalau dibiarkan tertimbun oleh percakapan lainnya.

Sedikit oleh-oleh dari Seminar Parenting "Smart Parents Smart Children". Materi yang sangat bagus untuk para orang tua yang diberikan oleh Bunda Kurnia Widhiastuti dari Sygma Parenting Community.

Waktu berharga pengasuhan anak:

®7 tahun pertama (0-7 tahun):
Perlakukan anakmu sebagai raja.
Zona merah - zona larangan
jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak.
Pahamilah bahwa posisi anak yang masih kecil, saat itu yang berkembang otak kanannya.

®7 tahun kedua (7-14 tahun):
Perlakukan anakmu sebagai pembantu atau tawanan perang.
Zona kuning - zona hati-hati dan waspada.
Latih anak-anak mandiri untuk mengurus dirinya sendiri, mencuci piring, pakaian, setrika, dll.
Banyak pelajaran berharga dalam kemandirian yang bermanfaat bagi masa depannya.

®7 tahun ketiga (14-21 tahun):
Perlakukan anak seperti sahabat.
Zona hijau - sudah boleh jalan.
Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.

®7 tahun keempat (21-28 tahun):
Perlakukan sebagai pemimpin.
Zona biru - siap terbang.
Siapkan anak untuk menikah.

®Pada masa anak-anak yang berkembang otak kanannya. Otak kiri berkembang saat usianya menjelang 7 tahun.

Anak perempuan keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih cepat. Sedangkan anak laki lebih lambat.ߑ싥seimbangan otak kanan dan kiri pada anak laki-laki baru tercapai sempurna di usia 18 tahun, sedangkan anak perempuan sudah cukup seimbang otak kanan dan kirinya di usia 7 tahun. Ampun dah lama bener ya?Ternyata ada rahasia Allah mengapa diatur seperti itu

√Laki-laki dipersiapkan untuk jadi pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan. Untuk itu, jiwa kreatifitas dan explorasinya harus berkembang pesat. Sehingga pengalaman itu membuatnya dapat mengambil keputusan dengan tenang dan tepat.

√Sementara perempuan dipersiapkan untuk jadi pengatur dan manajer yang harus penuh keteraturan dan ketelitian.

**Untuk memberi intruksi pada anak, gunakan suara Ayah . Karena suaranya bas, empuk dan enak di dengar.

**Kalau suara Ibu memerintah, cenderung melengking seperti biola salah gesek. Itu bisa merusak sel syaraf otak anak. 250rb sel otak anak rusak ketika dimarahin

**Solusinya, Ibu bisa menggunakan bahasa tubuh atau isyarat jika ingin memberikan instruksi. ߙưߙŰߒJSuara perempuan itu enak didengar jika digunakan dengan nada sedang. Cocok untuk mendongeng atau bercerita.

++Cara berkomunikasi yang efektif dengan anak:
1. Merangkul pundak anak sambil ditepuk lembut.
2. Sambil mengelus tulang punggung anak hingga ke tulang ekor.
3. Sambil mengusap kepala.

Dengan sentuhan ada gelombang yang akan sampai ke otak anak sehingga sel-sel cintanya tumbuh subur.

Demikian sedikit oleh-olehnya. Mudah-mudahan bisa bermanfaat....

30 Juli 2014

Hari Penuh Lemak & Penawarnya

Beberapa hari menjelang lebaran saya banyak menghadiri acara buka puasa bersama, lalu berlanjut hari lebaran saya menyantap makanan penuh lemak (rendang, gulai, opor ayam, dll).. hohoho..
Pokoknya semua yang gurih-gurih, enak-enak dan lemak-lemak..
Menyantap makanan penuh lemak tadi saya sadar bahwa jika jumlahnya berlebihan efeknya tidak baik untuk tubuh, apalagi waktu menyantap makanan tersebut saya minim aktivitas fisik.
Di akhir hari ke 2 lebaran saya merasakan pundak-kepala bagian kiri terasa berat, selain itu kepala terasa pusing. Waah gaswat banget, sepertinya efek lemak berlebih & kolesterol nih pikir saya.

Saya rasa perlu segera penurun kolesterol.. saya rasa saya perlu kapsul Kubadar / Ragani dari HI Herbal.. namun sayangnya ternyata tidak ada stok nya. Saya harus mencari alternatifnya & saya teringat bahwa saya pernah baca bahwa teh hijau bisa menurunkan kolesterol. Lalu saya mencarinya di alfamart dekat rumah & saya temukan produk teh hijau. Harganya sangat terjangkau, kemasan isi 50 gr seharga 5 ribuan rupiah.
Segera saya seduh & Alhamdulillah bagian yang terasa berat kini menjadi ringan. Selain itu pusing berkurang.
Teh Hijau yang saya minum
Lalu saya minum 1 gelas besar air putih, agar ginjal tidak terlalu berat bekerja menyaring teh yang baru saya minum.. Sekitar 1 jam kemudian kembali saya minum teh hijau tersebut & efeknya sangat terasa. Tubuh benar-benar terasa sehat kembali seperti sebelum memakan makanan berlemak. Sekian sharing kali ini tentang pengalaman kebanyakan menyantap makanan berlemak & solusinya. Ingat minum air putihnya juga diperbanyak ya pemirsa, biar kerja ginjalnya ringan. Ini murni sharing pengalaman siapa tau ada yang mengalami kejadian serupa, bukan postingan berbayar :D